 Kenaikan PPnBM Matikan Produk Lokal
(Jumat,05/09/2008:pkl.09.00 wib)JAKNEWS.COM--Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool mengharapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (RUU PPN dan PPnBM) harus benar-benar akomodatif karena berdampak pada sejumlah sektor perekonomian nasional.
"Contohnya bila tidak akomodatif maka bisa mematikan sejumlah produk lokal," kata Benjamin usai rapat kerja dengan Panitia Kerja RUU PPN dan PPnBM di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (4/9).
Menurut dia ada produk lokal yang konsumennya hanya untuk kalangan tertentu saja dan bila PPnBM produk tersebut dinaikkan akan mahal mengakibatkan konsumen lebih memilih berbelanja ke Singapura. "Apalagi karena PPnBM di Singapura lebih rendah dan dengan barang yang sama di Indonesia lebih mahal," kata dia.
Namun, lanjut Benjamin, kalau PPnBM diturunkan maka Indonesia akan banjir barang produksi dari luar negeri mengakibatkan harga lebih murah dan tentu saja bisa kalah bersaing dengan produk lokal. "Tapi di satu pihak kalau itu dinaikkan membahayakan karena beberapa orang Indonesia belanja barang mewah itu ke luar negeri," katanya.
Untuk jalan tengahnya, Benjamin meminta perlunya menginventarisir produk yang perlu dinaikkan dan diturunkan PPnBMnya.
nKCM/JAK11

|